Sejarah Desa
Desa Selodakon dulu adalah hutan belantara yang dibabat oleh beberapa orang yang memiliki ikatan keluarga dan berasal dari Suku Sunda Jawa Barat, diantaranya:
- Kakek Lembu Sekar
- Kakek Lembu Sari
- Buyut Srini
- Buyut Jeliyo
- Dan beberapa kakek lain yang tidak diketahui identitasnya
Awalnya desa ini menjadi satu dengan Desa Darungan. Lalu, sejak tahun 1902 desa ini memisahkan diri dari Desa Darungan dan berdiri sendiri dengan nama Desa Selodakon. Nama Selodakon berawal dari ditemukannya sebuah batu besar yang berundak-undak. Nama tersebut berasal dari Bahasa Jawa, "Selo" artinya batu dan "Dakon" artinya naik/berundak-undak.
Sejak berdirinya Desa Selodakon, terdapat nama-nama kepala desa yang pernah menjabat sampai saat ini, yaitu :
|
Joyo Laksono Kasmudin
|
Tahun 1902 – Tahun 1933
|
|
P. Alipa Astamun
|
Tahun 1933 – Tahun 1951
|
|
(PD) P. Riyama
|
Tahun 1951 – Tahun 1952
|
|
Sastrodirjo
|
Tahun 1952 (selama 3 bulan)
|
|
P. Iyam Samsu
|
Tahun 1952 – Tahun 1971
|
|
(PD) Suparman Saeng
|
Tahun 1971 – Tahun 1975
|
|
Karteker H. Ridwan
|
Tahun 1975 – Tahun 1984
|
|
(PD) Kasdoe
|
Tahun 1984 (selama 3 bulan)
|
|
Moch. Amir
|
Tahun 1984 – Tahun 1993
|
|
(PD) Ngadiyono
|
Tahun 1993 – Tahun 1994
|
|
Saheri
|
Tahun 1994 – Tahun 2002
|
|
(PJ) Abdul Manan
|
Tahun 2002 (selama 2 bulan)
|
|
H. Abd Azis
|
Tahun 2002 – Tahun 2007
|
|
(PJ) Sugeng Haryanto
|
Tahun 2007 (selama 15 hari)
|
|
H. Abd Azis
|
Tahun 2007 – Tahun 2013
|
|
(PJ) Suryanto, SAP
|
Tahun 2013 (selama 2 bulan)
|
|
Tomo Haryanto
|
Tahun 2013 – sekarang
|
Komentar
Posting Komentar